Laman

Kamis, 06 Desember 2012

NOUN CLAUSE


Clause merupakan kata-kata yang telah mengandung subjek dan verb atau verb saja (bisa diikuti dengan objek dan/atau adverb) namun belum bisa dikatakan sebagai sebuah kalimat sempurna karena masih membutuhkan clause yang lain agar menjadi sebuah kalimat sempurna dengan makna yang dapat dimengerti.
Dengan kata lain, sebuah kalimat sempurna yang dibentuk menggunakan clause terdiri atas 2 jenis clause yaitu, DEPENDENT CLAUSE dan INDEPENDENT CLAUSE. Untuk menghubungkan antara INDEPENDENT CLAUSE dan DEPENDENT CLAUSE diperlukan sebuah introductory conjunction, seperti: that, whteher (or not), if, who, what, which, when, why, where, to whom, with whom, how, how much, whoever, whatever, whichever, whenever, wherever, however, dan sebagainya.

NOUN CLAUSE sendiri merupakan DEPENDENT clause yang berfungsi sebagai kata benda (noun) dimana  dapat mengisi semua posisi kata benda tunggal (word) ataupun frasa (phrase), diantaranya:

1.      Noun Clause sebagai Subjek kalimat.
  Contoh:
  It is difficult to understand.
  What you say is difficult to understand.

2.      Noun Clause sebagai Objek kalimat.
  Contoh:
  I agree with it.
  I agree with whatever you said.
  I don’t know where it is.

3.      Noun Clause sebagai Complement (Penjelas)
a.      Complement setelah Noun
  Contoh:
  The man whom I talked to yesterday is her father.
  The man who talked to me yesterday is her father.

b.      Complement setelah Linking Verb/To Be (is/am/are,was/were,be,been,being)
  Contoh:
  The question is how we can get the money.
  Bukittinggi is where I was born 29 years ago.

TAG QUESTION



Tag Question adalah suatu kalimat pernyataan yang diakhiri dengan sebuah kalimat tanya. Jenis kalimat ini dimaksudkan untuk menegaskan informasi dari lawan bicara. Dalam bahasa lisan, Tag Question dapat disampaikan dengan intonasi meninggi dan menurun.
Apabila kita mengungkapkan ini dengan nada tinggi, berarti kita mengharapkan penegasan mengenai suatu hal yang masih kita ragukan. Namun, bila disampaikan dengan intonasi yang menurun, berarti kita mengharapkan penegasan mengenai sesuatu hal yang telah kita yakini kebenarannya. Dalam hal ini, kita mengharapkan jawaban “Yes”.
Dalam percakapan sehari-hari, kita sering menggunakan bentuk Question Tags ini kata “Right”, “OK”, ataupun “Yes”.
Contoh:
“She’s your friend, right?”
“She’s your friend, OK?”, or
“She’s your friend, yes?”
Namun, ungkapan ini tidak boleh digunakan dalam bahasa tulisan yang formal.

Dalam Tag Question, ada 2 bagian kalimat yang terlibat.
  1. Kalimat pernyataan, yang terdiri atas 2 jenis:
a.       Pernyataan Positif
b.      Pernyataan Negatif
  1. Tag Question, yang terdiri atas 2 jenis:
a.       Tag Question Positif
b.      Tag Question Negatif

Rumus:
  1. Pernyataan Positif, Tag Question Negatif?
  1. Pernyataan Negatif, Tag Question Positif?

ADJECTIVE CLAUSE


Adjective Clause adalah Dependent Clause yang berfungsi selayaknya kata sifat. Adjective Clause menjelaskan kata benda (noun) atau kata ganti (pronoun) yang mendahuluinya. Kata benda atau kata ganti yang digantikan disebut antecedent. Untuk menghubungkan antecedent dengan adjective clause, kita menggunakan relative pronoun; who, whom, whose, which, that, in which (where), on which (when). Dalam bahasa Indonesia, relative pronoun tersebut bisa disetarakan maknanya dengan kata “yang”.
Adjective Clause dapat dikelompokkan sebagai berikut.

1.      Adjective Clause sebagai Pengganti Subjek
Contoh:
Main clause            : Ali repairs a bike.
Dependent Clause  : a. He is a mechanic.
b.    It is broken by his friend.

Untuk mengkombinasi, perlu diingat bahwa kita harus menggabungkan dependent clause terhadap main clause. Oleh karena itu kita harus memperhatikan apa yang menjadi penghubung antara dependent clause terhadap main clause.
Antara Main Clause dan Dependent Clause (a) yang menjadi penghubung adalah “he” karena “he” merupakan kata ganti untuk “Ali” (main clause). “He” akan digantikan dengan relative pronoun “who” sehingga kalimatnya akan menjadi:

Ali who is a mechanic repairs a bike.

Sedangkan, antara Main Clause dan Dependent Clause (b) yang menjadi penghubung adalah “it” karena “it” merupakan kata ganti untuk “a bike” (main clause). “It” akan digantikan dengan relative pronoun “which” sehingga kalimatnya akan menjadi:

Ali repairs a bike which is broken by his friend.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa:
a.    Relative Pronoun who dan which digunakan untuk menggantikan posisi subjek pada dependent clause setelah dependent clause bergabung dengan main clause.
b.    Relative Pronoun who berfungsi menggantikan kata benda (noun) ataupun kata ganti (pronoun) yang berupa manusia, sedangkan Relative Pronoun which berfungsi menggantikan kata benda (noun) ataupun kata ganti (pronoun) yang berupa non-manusia (hewan, tumbuhan, dan benda mati).

2.      Adjective Clause sebagai Pengganti Objek
Contoh:
Main clause            : Ali repairs a bike.
Dependent Clause  : a. I met him yesterday.
   b.  I borrowed it yesterday.

Antara Main Clause dan Dependent Clause (a) yang menjadi penghubung adalah “him” karena “him” merupakan kata ganti untuk “Ali” (main clause). “He” akan digantikan dengan relative pronoun “whom” sehingga kalimatnya akan menjadi:

Ali whom I met yesterday repairs a bike.

Sedangkan, antara Main Clause dan Dependent Clause (b) yang menjadi penghubung adalah “it” karena “it” merupakan kata ganti untuk “a bike” (main clause). “It” akan digantikan dengan relative pronoun “which” sehingga kalimatnya akan menjadi:

Ali repairs a bike which I borrowed yesterday.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa:
a.    Relative Pronoun whom dan which digunakan untuk menggantikan posisi objek pada dependent clause setelah dependent clause bergabung dengan main clause.
b.   Relative Pronoun whom berfungsi menggantikan kata benda (noun) ataupun kata ganti (pronoun) yang berupa manusia, sedangkan Relative Pronoun which berfungsi menggantikan kata benda (noun) ataupun kata ganti (pronoun) yang berupa non-manusia (hewan, tumbuhan, dan benda mati).



3.    Adjective Clause sebagai Pengganti Pronoun Kepemilikan (Possessive Adjective)
Contoh:
Main clause            : Ali repairs a bike.
Dependent Clause  : a. His jacket is blue.
b.    Its tires are red.

Antara Main Clause dan Dependent Clause (a) yang menjadi penghubung adalah “him” karena “his” merupakan kata ganti kepemilikan (Possessive adjective) untuk “Ali” (main clause). “His” akan digantikan dengan relative pronoun “whose” sehingga kalimatnya akan menjadi:

Ali whose jacket is red repairs a bike.

Sedangkan, antara Main Clause dan Dependent Clause (b) yang menjadi penghubung adalah “it” karena “its” merupakan kata ganti kepemilikan (possessive adjective) untuk “a bike” (main clause). “Its” akan digantikan dengan relative pronoun “whose” sehingga kalimatnya akan menjadi:

Ali repairs a bike whose tires are red.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa:
a.   Relative Pronoun whose digunakan untuk menggantikan posisi kata ganti kepemilikan (possessive adjective) pada dependent clause setelah dependent clause bergabung dengan main clause.
b.   Relative Pronoun whose berfungsi menggantikan kata benda kepemilikan (noun) ataupun kata ganti kepemilikan (possesive adjective) yang berupa manusia dan berupa non-manusia (hewan, tumbuhan, dan benda mati).

Rabu, 07 Desember 2011

IF Clause (IF Conditional)

IF Clause atau yang juga dikenal sebagai IF Conditional digunakan sebagai bentuk pengandaian, Jika kita melihat ke dalam bahasa Indonesia, barangkali yang lebih tepat penyetaraannya adalah dengan “Jika …, maka ….”

IF Clause sendiri memiliki 3 bentuk dasar atau tipe. Artikel saya kali ini akan mencoba mengulas tentang ketiga bentuk IF Clause.

Tipe 1
IF Clause tipe ini digunakan untuk pengandaian yang masih mungkin terjadi. Adapun pola dasarnya sebagai berikut.

IF Subject + Verb 1, Subject + will + Verb 1
IF Subject + to be 1 (is/am/are) + Complement, Subject + will + be + Complement

Atau

Subject + will + Verb 1 IF Subject + Verb 1
Subject + will + be + Complement IF Subject + to be 1 (is/am/are) + complement

Contoh:
·         If Rahmat study hard, he will pass the exam tomorrow. (Posisi IF di awal)
Rahmat will pass the exam tomorrow if he study hard. (Posisi IF di tengah)
Makna: Jika Rahmad belajar dengan keras, maka dia akan lulus ujian besok. Ini berarti Rahmat masih memiliki kesempatan untuk lulus ujian dengan syarat yaitu belajar dengan keras.


Tipe 2
IF Clause tipe ini digunakan untuk pengandaian yang tidak mungkin terjadi. Adapun pola dasarnya sebagai berikut.

IF Subject + Verb 2, Subject + would + Verb 1
IF Subject + to be 2 (was/were) + Complement, Subject + would + be + Complement

Atau

Subject + would + Verb 1 IF Subject + Verb 2
Subject + would + be + Complement IF Subject + to be 2 (was/were) + complement

Contoh:
·         If Rahmat had wings, he would fly to the sky. (Posisi IF di awal)
Rahmat would fly to the sky if he had wings. (Posisi IF di tengah)
Makna: Jika Rahmad mempunyai sayap, maka dia akan terbang ke langit. Pada kenyataannya, Rahmat tidak memiliki sayap sehingga dia tidak bisa terbang ke langit.

·         If I were you, I would not say that to her. (Posisi IF di awal)
I would not say that to her if I were you. (Posisi IF di tengah)
Makna: Jika saya menjadi Anda, maka saya tidak akan mengatakan hal tersebut padanya. Pada kenyataannya, saya bukanlah Anda.


Tipe 3
IF Clause tipe ini digunakan untuk pengandaian yang berupa penyesalan. Adapun pola dasarnya sebagai berikut.

IF Subject + had + Verb 3, Subject + would + have + Verb 3
IF Subject + had + been + Complement, Subject + would + have + been + Complement

Atau

Subject + would + have + Verb 3 IF Subject + had + Verb 3
Subject + would + have + been + Complement IF Subject + had + been + complement

Contoh:
·         If Rahmat had chosen to play football instead of going to Puncak with his friends on their motobikes, he would not have got that terrible accident. (Posisi IF di awal)

Rahmat would not have got that terrible accident if he had chosen to play football instead of going to Puncak with his friends on their motobikes. (Posisi IF di tengah)

Makna: Jika Rahmad memilih bermain sepak bola daripada pergi ke Puncak bersama teman-temannya dengan sepeda motor, maka dia tidak akan mengalami kecelakaan yang mengerikan tersebut. Pada kenyataannya, Rahmat pergi ke Puncak dan mengalami kecelakaan.


Catatan:
  1. Perlu anda pahami bahwa posisi IF Clause di awal dipisahkan dari Main Clause-nya dengan menggunakan tanda koma (,).
  2. Kombinasi antara IF Clause dan Main Clause tidak harus berupa Complement dengan Complement atau Verb dengan Modal + Verb, tetapi bisa saja kombinasi keduanya; antara Verb dan Complement atau Complement dan Modal + Verb.